Bersyukur Setiap saat
Namaku : Nurul Maslikhan
No. Peserta ku : 1310158
Dari Begitu bangun pagi di kamar lantai
atas sampai turun ke lantai bawah sudah, berapa kali saya mengucapkan
terimahkasih dan bersyukur? Mungkin sudah lima kali sampai tujuh kali. Dalam
satu hari? Beberapa kali saya berterimahkasih dan bersyukur didalam hati? Berapa
kali saya yang saya ucapkan dengan lantang bersura dengan orang lain? Mungkin
bisa 50 sampai 100 kali, bisa jadi lebih, karena tidak saya hitung.
Tidak
Praktis kedengarannya? Kokn ya aneh mengucapkan terima kasih sampai puluhan
kalai dan satu hari? Bahkan ratusanm kalai? Jawabannya mudah saja: dengan
berterima kasih dan bersyukur, kita selalu mencari sisi positif darin segala
sesuatu. Dengan mencari sisi positif, maka diri kita menjadi semakain positif
dalam melihat segala sesuatu. Pasti ada putih setitik di dalam hitam kelam dan
ada hitam setitik di dalam putih bwersih.
Dengan selalu mengingat kelimpahan kita, otak kita
mencetak keyakinan (believe) bahwa memang benar kita hidup dalam
kelimpahan. Maka, semua perbuatan kita dasai oleh keyakinan ini, termasuk
persepsi diri kita sebagai personifikasi dari sukses. Lantas, sampai kapanj
perlu mengucapkan terima kasih dan bersyukur berpuluh – puluh kali tersebut? Sepanjang
hayat.
Ah, tidak praktis, mungkin ada yang
berpendapat demikian. Sekali lagi bahwa ini tidak mengajarkan untuk sukses
dalam semalam, namun dengan mengubah mindset (pola pikir) maka segala faktor eksternal yang
sering menjadi atribut orang sukses akan datang dengan sendirinya bagaikan arus
sungai.
Berterimah kasih dan bersyukur toh
ridak memerlukan modal uang maupun sumber daya apa pun. Intinya hanya satu, yaitu
kemauan keras untuk mengubah diri. Jangan pikirkan “pahala” yang anda dapat
dari petubahan ini dulu. Jangan pula mengharap nasib akan berubah dalam
sekejap. Yang jelas, dengan mengucapkan terima kasih kepada orang lain tanpa
ada rasa keterpaksaan dan rasa canggung saja sudah merupkanan jembatan kita ke
dalam hati orang itu.
“ Terima kasih” tidak akan pernah
ditolah oleh orang lain, malah biasanya disambut dengan senyum lebar dan hati
yang sedikit lembut dari pada sebelumnya. Ini saja sudah merupakan magnit yang
bisa membantu kita semua memproyeksikan diri yang sukses ke luar. Jadi, jika
ada keragu – raguan dan ke-engganan untuk berterima kasih dan bersyukur dalam
skala dan frekuensi luar biasa, maka sebaiknya anda urungkan niat anda untuk
menjadi personifikasi dario sukes itu sendiri. Amammiin...
0 komentar:
Posting Komentar