Just another free Blogger theme

Popular Posts

Categories

Nurul Maslikhan. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Selasa, 24 Februari 2015



Bersyukur Setiap saat
Namaku                : Nurul Maslikhan
No. Peserta ku     : 1310158

          Dari Begitu bangun pagi di kamar lantai atas sampai turun ke lantai bawah sudah, berapa kali saya mengucapkan terimahkasih dan bersyukur? Mungkin sudah lima kali sampai tujuh kali. Dalam satu hari? Beberapa kali saya berterimahkasih dan bersyukur didalam hati? Berapa kali saya yang saya ucapkan dengan lantang bersura dengan orang lain? Mungkin bisa 50 sampai 100 kali, bisa jadi lebih, karena  tidak saya hitung.
Tidak Praktis kedengarannya? Kokn ya aneh mengucapkan terima kasih sampai puluhan kalai dan satu hari? Bahkan ratusanm kalai? Jawabannya mudah saja: dengan berterima kasih dan bersyukur, kita selalu mencari sisi positif darin segala sesuatu. Dengan mencari sisi positif, maka diri kita menjadi semakain positif dalam melihat segala sesuatu. Pasti ada putih setitik di dalam hitam kelam dan ada hitam setitik di dalam putih bwersih.
            Dengan selalu mengingat kelimpahan kita, otak kita mencetak keyakinan (believe) bahwa memang benar kita hidup dalam kelimpahan. Maka, semua perbuatan kita dasai oleh keyakinan ini, termasuk persepsi diri kita sebagai personifikasi dari  sukses. Lantas, sampai kapanj perlu mengucapkan terima kasih dan bersyukur berpuluh – puluh kali tersebut? Sepanjang hayat.
Ah, tidak praktis, mungkin ada yang berpendapat demikian. Sekali lagi bahwa ini tidak mengajarkan untuk sukses dalam semalam, namun dengan mengubah  mindset  (pola pikir) maka segala faktor eksternal yang sering menjadi atribut orang sukses akan datang dengan sendirinya bagaikan arus sungai.
Berterimah kasih dan bersyukur toh ridak memerlukan modal uang maupun sumber daya apa pun. Intinya hanya satu, yaitu kemauan keras untuk mengubah diri. Jangan pikirkan “pahala” yang anda dapat dari petubahan ini dulu. Jangan pula mengharap nasib akan berubah dalam sekejap. Yang jelas, dengan mengucapkan terima kasih kepada orang lain tanpa ada rasa keterpaksaan dan rasa canggung saja sudah merupkanan jembatan kita ke dalam hati orang itu.
            “ Terima kasih” tidak akan pernah ditolah oleh orang lain, malah biasanya disambut dengan senyum lebar dan hati yang sedikit lembut dari pada sebelumnya. Ini saja sudah merupakan magnit yang bisa membantu kita semua memproyeksikan diri yang sukses ke luar. Jadi, jika ada keragu – raguan dan ke-engganan untuk berterima kasih dan bersyukur dalam skala dan frekuensi luar biasa, maka sebaiknya anda urungkan niat anda untuk menjadi personifikasi dario sukes itu sendiri. Amammiin...